Apakah hidup ini hanya sebuah kompetisi, yang hanya
memperebutkan sesuatu yang bodoh.? Kita hanya berlomba-lomba untuk mendapatkan
posisi aman dan ternyaman dalam hidup ini, dengan menghalalkan berbagai cara
untuk mendapatkannya. Kita seolah-olah dibutakan dengan apa yang kita pandang
dalam hidup ini, tergiur oleh kenikmatan dunia, sampai melupakan kita ini apa.
Kita ini manusia, kita makhluk social, yang selalu
membutuhkan orang lain, namun apakah hanya membutuhkan orang lain dalam sesaat
saja, setelah apa yang kita inginkan tercapai kita seolah-olah melupakan orang
yang telah membantu kita. Jika begitu, apa teman dalam hidup ini tidak ada,?
Yang ada hanya sebuah kepentingan sesaat, Kita saling membunuh demi
memperebutan sebuah harta kehidupan, memang terdengar sangat keji, namun inilah
kenyataan hidup yang harus kita ungkapkan, suka tidak suka ini akan kalian
rasakan.
Menindas atau ditindas, itu menjadi hukum rimba yang tak
dapat ditolak. Si besar menindas si kecil, si kaya menindas si miskin, yang
hebat menindas yang lemah. Namun apa daya kita merubahnya ini sudah menjadi
tradisi di tempat tinggal kita. Mereka yang di agung-agungkan disana seolah
mempermainkan kita, memandang kita sebelah mata, sehingga dapat berbuat apapun
sesuka mereka.
Ketika mereka berangkat dari kalangan bawah, berusaha untuk
memutar roda nasib, tentu dengan bantuan orang-orang di sekitarnya. Namun lihat
ketika merea sudah berada di atas roda nasib, mereka seakan melupakan siapa
yang membantu mereka saat dibawah dulu,
seakan kacang lupa kulitnya. Kami tak menuntut yang muluk-muluk, kami hanya
meminta sebuah hubungan timbal balik dari mereka, mereka sudah kami percayai
untuk mensejahterakan kami, namun kenyataannya sebaliknya, mereka memperkosa
hak-hak kami, merampas apa yang harus kami dapakan.
Lalu apadaya kami disini setelah terjadi seperti itu,
berteriak-teriak di bawah panas matahari.? Membuat kerusuhan.? Itu tak ada
artinya lagi, mereka hanya menganggapnya sebuah angin lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar