Sabtu, 24 Agustus 2013

Tertidur dalam Kesadaran


Tertidur dalam Kesadaran
Tidur merupakan salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah kepada hambanya, bayangkan jika manusia tidak bisa tertidur dalam hidupnya mungkin penyakit akan mudah masuk kedalam tubuh dan mungkin akan menyebabkan kematian, karena tidur merupakan proses untuk mengistirahatkan tubuh kita dari aktivitas kehidupan. Dari suata penelitian manusia akan tetap hidup jika tidak makan namun jika manusia tidak tidur dalam waktu 10 hari kemungkinan manusia tersebut akan mati.
Tentu ketika tidur kita berada dibawah alam sadar kita, tanpa kita sadari ketika tidur kita secara langsng tidak akan bisa merasakan aktivitas disekitar kita, karena ketika tidur kita sudah erada di bawa alam sadar kita, namun tubuh kita akan merasakan efek secara langsung dari aktivitas di sekitar kita. Contohnya, jika kita tidur dalam keadaan lampu menyala atau terkena cahaya, otomatis mata kita tetap bisa melihat cahaya tersebut, walaupun mata kita tertutup ketika sedang tidur, dan dari mata cahaya tersebut di transfer keotak kita dan tidak kita sadari fungsi otak kita akan terus bekerja, dan ini akan berefek langsung terhadap tubuh kita ketika kita terbangun, begitu juga ketika kita mendengar suara. Maka dari itu tidur yang baik bukan dari kuantitas atau banyaknya waktu kita tidur, namun dari kualitas tidur yang kita lakukan.
Lalu apa maksudya tertidur dalam kesadaran.? Tertidur dalam kesadaran ini kejadian yang saya alami. Ketika itu malam yang sangat sunyi, dan saya berusaha untuk tidur lebih cepat karena keesokan harinya akan ada acara yang sangat penting, namun untuk tidur lebih cepat yang saya inginkan tidak semudah yang saya lakukan biasanya, entah kenapa pada malam itu tidur sangat sulit rasanya, padahal untuk hari-hari biasanya tidur sangat mudah saya lakukan. Mungkin saat saya berusaha untuk tidur karena esok hari yang penting, pikiran saya selalu terfikirkan untuk hari esok, karena untuk tidur pikiran kita boleh untuk memikirkan sesuatu, karena itu akan berefek pada pikiran kita sendiri, sehingga tidur sangat sulit dilakukan.
Setelah berjam-jam saya berusah untuk tidur namun tidak bisa, tak terasa sudah 3 jam saya berusah tidur, dan pada saat itu waktu menunjukan pas jam 12 malam, saya masih berusah untuk tidur, ketika saya sudah mualai bisa untuk tertidur tak lama kemudian kaka saya pulang membawa teman-temannya, dan itu menimbulkan suara yang sangat berisik sekali, dan akhirnya saya terbangun, namun saya berusah untuk tetap tidur. Ternyata malam itu adik saya ulang tahun dan kaka saya membawa teman-temannya untuk memberi kejutan kepada adik saya. Pada saat itu adik saya sudah tertidur pulas, dan dibangunkanlah adik saya oleh salah satu teman kaka saya, setelah terbangun dan diajak keluar rumah, dikerjailah adikku dengan memecahkan telur ke kepalanya atau bahasa lainnya “diceplokin” dan saat itu sangan bersik sekali, saya mengacuhkan acara itu dan saya berusaha untuk tidur lagi, namun saya tidak bisa tidur lagi.
Acara perayaan ulang tahunpun berlanjut keacara makan-makan, saya masih tertidur namun tidak tidur, tetapi kaka dan teman-temannya mengira saya sedang tidur, padahal saya sudah terbangun namun pura-pura untuk tidur. Karena saat itu saya tidur di ruang tamu dan tamu sudah ada di ruang tamu untuk makan-makan, jika saya bangun saya merasa malu, karena saya orangnya pemalu, dan akhirnya saya tetap tertidur tetapi tidak tidur. Saya sangat bisa mendengarkan pembicaraan dan merasakan tingkah laku mereka saat merayakan ulang tahun tersebut, pada saat itu juga saya berfikir, mengapa hari bertambah umurnya seseorang itu harus dirayakan padahal secara logika dan Agama itu ada berkurangnya umur kita, namun kenapa dengan berkurangnya umur kita harus dirayakan dengan hal yang tidak ada manfaatnya seperti itu, denagn membuang-buang telur, dan sebagainya. Ini sangat mencirikan bagaiman budaya kita sudah tercampur baur dengan budaya-budaya yang lain, dan nilai-nilai agama Islam sudah muali tercampur mana yang hak dan mana yang batil. Ini merupakan permasalahan yang cukup besar bagi kita umat muslim.
Berikutnya acara sudah selesai dan teman-teman kaka sayapun pulang kerumah masing-masing, dan saya sekali lagi berusaha untuk tidur. Namun terhalang lagi karena kaka saya dan pacarnya setelah itu bertengkar, dan lagi-lagi saya menyaksikan pertengkaran tersebut, namun kaka saya dan pacarnya mengira saya sudah tidur.pertengkaran itu sangat besar sekali sampai-sampai kaka saya dan pacarnya memutuskan untuk pisah atau putus pada malam itu, kebetulan kaka saya dan pacarnya sudah pacaran cukup lama kurang lebih 2 tahun, dan pacarnya kaka saya merupakan orang yang sangat sopan menurut saya, pada saat itu saya mendengarnya cukup kaget. Kemudian pacarnya kaka saya membangunkan ibu saya, bermaksud untuk pamit menjadi pacar kaka saya, karena ibu saya sudah sangat karab kepada pacarnya kaka saya. Secara spontan ibu saya terbangun dan tidak menerima keputusan pacarnya kaka saya untuk pisah, dan ibu saya berusaha untuk menengahi permasalahan mereka dan berusah mempertahankan hubungan mereka.
Perdebatan mereka bertiga cukup hebat, sampai-sampai saya menyimak dengan serius perdebatan mereka, namun mereka mengira saya dalam keadaan tertidur. Setelah perdebatan yang cukup sengit hasil akhirnya hubungan mereka terselamatkan dan merekapun merencanakan untuk kejenjang yang lebih serius lagi, yaitu pernikahan. Lagi-lagi untuk kedua kalinya dalam tidur saya ini saya menyaksikan 2 kejadian, dan untuk kejadian yang satu ini saya berfikir, bagaiman suatu hubungan yang telah mereka bina selama 2 tuhun itu bukan waktu yang singkat, jika berakhir begitu saja hana karena maslah kecil hubungan tersebut takan ada artinya, namun jika karena maslah kecil hubungan itu bisa lebih semakin erat lagi itu akan menjadikan hubungan tersebut sangat sangat berarti. Justru semakin banyak permasalahan yang dihadapi suatu hubungan, jika mereka bisa menghadapinya itu akan sangat berarti di kehidupan mereka yang akan datang, itu akan memberikan nuansa berbeda dari hubungan tersebut.
Setelah 2 kejadian yang saya alami pada malam itu dan saya tetap terjaga namun dalam keadaan tertidur, banyak pelajaran yang saya dapat dalam tertiduran ini. Dan tanpa terasawaktu menunjukan jam 3 pagi dan saya belum tertidur, karena tetap terjaga semalaman sayapun merasa lapar, dan akhirnya saya memutuskan untuk benar-benar bangun setelah keadaan benar-benar sepi, dan saya pergi ke dapur untuk makan dan kembali tidur. Dan akhirnya saya bisa untuk tidur walaupun tidur saya hanya 4 jam, karena jam 7 saya harus bangun untuk menghadiri acara. Pada paginya seperti tak terjadi apa-apa, saya pura-pura untuk tidak tau walau saya tau, dan mereka mengira sayapun tidak tau kejadian tadi malam, karena mereka mengira saya sudah tidur. Malam yang sangat melelahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar