Tertidur dalam Kesadaran
Tidur
merupakan salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah kepada hambanya, bayangkan
jika manusia tidak bisa tertidur dalam hidupnya mungkin penyakit akan mudah
masuk kedalam tubuh dan mungkin akan menyebabkan kematian, karena tidur
merupakan proses untuk mengistirahatkan tubuh kita dari aktivitas kehidupan.
Dari suata penelitian manusia akan tetap hidup jika tidak makan namun jika
manusia tidak tidur dalam waktu 10 hari kemungkinan manusia tersebut akan mati.
Tentu
ketika tidur kita berada dibawah alam sadar kita, tanpa kita sadari ketika
tidur kita secara langsng tidak akan bisa merasakan aktivitas disekitar kita,
karena ketika tidur kita sudah erada di bawa alam sadar kita, namun tubuh kita
akan merasakan efek secara langsung dari aktivitas di sekitar kita. Contohnya,
jika kita tidur dalam keadaan lampu menyala atau terkena cahaya, otomatis mata
kita tetap bisa melihat cahaya tersebut, walaupun mata kita tertutup ketika
sedang tidur, dan dari mata cahaya tersebut di transfer keotak kita dan tidak
kita sadari fungsi otak kita akan terus bekerja, dan ini akan berefek langsung
terhadap tubuh kita ketika kita terbangun, begitu juga ketika kita mendengar
suara. Maka dari itu tidur yang baik bukan dari kuantitas atau banyaknya waktu
kita tidur, namun dari kualitas tidur yang kita lakukan.
Lalu
apa maksudya tertidur dalam kesadaran.? Tertidur dalam kesadaran ini kejadian
yang saya alami. Ketika itu malam yang sangat sunyi, dan saya berusaha untuk
tidur lebih cepat karena keesokan harinya akan ada acara yang sangat penting,
namun untuk tidur lebih cepat yang saya inginkan tidak semudah yang saya
lakukan biasanya, entah kenapa pada malam itu tidur sangat sulit rasanya,
padahal untuk hari-hari biasanya tidur sangat mudah saya lakukan. Mungkin saat
saya berusaha untuk tidur karena esok hari yang penting, pikiran saya selalu
terfikirkan untuk hari esok, karena untuk tidur pikiran kita boleh untuk
memikirkan sesuatu, karena itu akan berefek pada pikiran kita sendiri, sehingga
tidur sangat sulit dilakukan.
Setelah
berjam-jam saya berusah untuk tidur namun tidak bisa, tak terasa sudah 3 jam
saya berusah tidur, dan pada saat itu waktu menunjukan pas jam 12 malam, saya
masih berusah untuk tidur, ketika saya sudah mualai bisa untuk tertidur tak
lama kemudian kaka saya pulang membawa teman-temannya, dan itu menimbulkan
suara yang sangat berisik sekali, dan akhirnya saya terbangun, namun saya
berusah untuk tetap tidur. Ternyata malam itu adik saya ulang tahun dan kaka
saya membawa teman-temannya untuk memberi kejutan kepada adik saya. Pada saat
itu adik saya sudah tertidur pulas, dan dibangunkanlah adik saya oleh salah
satu teman kaka saya, setelah terbangun dan diajak keluar rumah, dikerjailah
adikku dengan memecahkan telur ke kepalanya atau bahasa lainnya “diceplokin”
dan saat itu sangan bersik sekali, saya mengacuhkan acara itu dan saya berusaha
untuk tidur lagi, namun saya tidak bisa tidur lagi.
Acara
perayaan ulang tahunpun berlanjut keacara makan-makan, saya masih tertidur
namun tidak tidur, tetapi kaka dan teman-temannya mengira saya sedang tidur,
padahal saya sudah terbangun namun pura-pura untuk tidur. Karena saat itu saya
tidur di ruang tamu dan tamu sudah ada di ruang tamu untuk makan-makan, jika
saya bangun saya merasa malu, karena saya orangnya pemalu, dan akhirnya saya
tetap tertidur tetapi tidak tidur. Saya sangat bisa mendengarkan pembicaraan
dan merasakan tingkah laku mereka saat merayakan ulang tahun tersebut, pada
saat itu juga saya berfikir, mengapa hari bertambah umurnya seseorang itu harus
dirayakan padahal secara logika dan Agama itu ada berkurangnya umur kita, namun
kenapa dengan berkurangnya umur kita harus dirayakan dengan hal yang tidak ada
manfaatnya seperti itu, denagn membuang-buang telur, dan sebagainya. Ini sangat
mencirikan bagaiman budaya kita sudah tercampur baur dengan budaya-budaya yang
lain, dan nilai-nilai agama Islam sudah muali tercampur mana yang hak dan mana
yang batil. Ini merupakan permasalahan yang cukup besar bagi kita umat muslim.
Berikutnya
acara sudah selesai dan teman-teman kaka sayapun pulang kerumah masing-masing,
dan saya sekali lagi berusaha untuk tidur. Namun terhalang lagi karena kaka
saya dan pacarnya setelah itu bertengkar, dan lagi-lagi saya menyaksikan
pertengkaran tersebut, namun kaka saya dan pacarnya mengira saya sudah
tidur.pertengkaran itu sangat besar sekali sampai-sampai kaka saya dan pacarnya
memutuskan untuk pisah atau putus pada malam itu, kebetulan kaka saya dan
pacarnya sudah pacaran cukup lama kurang lebih 2 tahun, dan pacarnya kaka saya merupakan
orang yang sangat sopan menurut saya, pada saat itu saya mendengarnya cukup
kaget. Kemudian pacarnya kaka saya membangunkan ibu saya, bermaksud untuk pamit
menjadi pacar kaka saya, karena ibu saya sudah sangat karab kepada pacarnya
kaka saya. Secara spontan ibu saya terbangun dan tidak menerima keputusan
pacarnya kaka saya untuk pisah, dan ibu saya berusaha untuk menengahi
permasalahan mereka dan berusah mempertahankan hubungan mereka.
Perdebatan
mereka bertiga cukup hebat, sampai-sampai saya menyimak dengan serius
perdebatan mereka, namun mereka mengira saya dalam keadaan tertidur. Setelah
perdebatan yang cukup sengit hasil akhirnya hubungan mereka terselamatkan dan
merekapun merencanakan untuk kejenjang yang lebih serius lagi, yaitu
pernikahan. Lagi-lagi untuk kedua kalinya dalam tidur saya ini saya menyaksikan
2 kejadian, dan untuk kejadian yang satu ini saya berfikir, bagaiman suatu
hubungan yang telah mereka bina selama 2 tuhun itu bukan waktu yang singkat,
jika berakhir begitu saja hana karena maslah kecil hubungan tersebut takan ada
artinya, namun jika karena maslah kecil hubungan itu bisa lebih semakin erat
lagi itu akan menjadikan hubungan tersebut sangat sangat berarti. Justru
semakin banyak permasalahan yang dihadapi suatu hubungan, jika mereka bisa
menghadapinya itu akan sangat berarti di kehidupan mereka yang akan datang, itu
akan memberikan nuansa berbeda dari hubungan tersebut.
Setelah
2 kejadian yang saya alami pada malam itu dan saya tetap terjaga namun dalam
keadaan tertidur, banyak pelajaran yang saya dapat dalam tertiduran ini. Dan
tanpa terasawaktu menunjukan jam 3 pagi dan saya belum tertidur, karena tetap
terjaga semalaman sayapun merasa lapar, dan akhirnya saya memutuskan untuk
benar-benar bangun setelah keadaan benar-benar sepi, dan saya pergi ke dapur
untuk makan dan kembali tidur. Dan akhirnya saya bisa untuk tidur walaupun
tidur saya hanya 4 jam, karena jam 7 saya harus bangun untuk menghadiri acara.
Pada paginya seperti tak terjadi apa-apa, saya pura-pura untuk tidak tau walau
saya tau, dan mereka mengira sayapun tidak tau kejadian tadi malam, karena
mereka mengira saya sudah tidur. Malam yang sangat melelahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar