Senin, 05 Agustus 2013

Pria Tampan dan Sifat Hitamnya


Pria Tampan dan Sifat Hitamnya
Dikisahkan terdapat seorang pria yang sangat tampan, sorot matanya yang tajam, paras wajahnya yang indah, badannya yang tegap, dan ketika berjalan matanya memandang terus kedepan. Pria ini menjadi idaman kaum perempuan, namun yang aneh pria ini seumur hidupnya belum pernah memiliki kekasih, entah apa penyebabnya.
Ada 1 kelemahan yang dimiliki pria tersebut, dan mungkin ini menjadi factor terbesar mengapa ia belum sama sekali memiliki kekasih. Pria ini memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi, mungkin kelewat tinggi, sehingga ia memiliki pemikiran bahwa ia bisa mendapatkan pendamping hidup yang sangat sempurna dari segi fisik dan sebagainya, sehingga ia tidak mau menerima wanita-wanita yang selama ini mendekatinya, ia lebih menunggu hal yang selama ini di dambakannya.
Waktu berjalan tanpa bisa dihentikan, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. Tak terasa sudah bertahun-tahun pria ini menjalani hidup, umurnyapun semakin tua, dan yang lebih dikhawatirkan pria ini ialah dia belum sama sekali menemukan pendamping hidupnya. Hingga dia berfikir mengapa dia belum sama seali menemukan tambatan hatinya, kerisauan dan kegelisahanpun muncul dalam dirinya, ia mulai berfikir diluar akal, mengapa ia belum menemukan pendamping hidupnya. Lama-kelamaan rasa percaya diri akan ketampanannya pun memudar, ia mulai frustasi karena di umurnya yang sudah sangat sangat matang bahkan terlalu matang sehingga menjadi busuk untuk menikah, namun ia belum menikah. Dan pada akhirnya dia pasrahkan hidupnya, sehingga ia memilih wanita yang mau dinikahinya, entah itu jelek atau cantik, dia tidak memikirkannya. Lalu pria ini mendapatkan wanita yang menjadi pendamping hidupnya, yang sangat jauh dari harapannya sejak awal.
Saudara, dari kisah diatas, kita mengetahui satu hal, bahwa sesungguhnya tidak ada makhluk yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata. Segala keinginan yang diluar dari kenyataan yang sebenarnya sebaiknya ditinggalkan. Kita melihat bagaimana pria ini menunggu dan terus menunggu hingga mendapatkan pendamping hidup yang sempurna, dan ia melewatkan beberapa kesempatan mendapatkan pendamping hidupnya yang datang menghampirinya, sehingga hal yang ditunggunya yaitu wanita yang sempurna, ini tak pernah datang dan Tidak akan pernah datang. Saudara, sekali lagi taka da manusia yang sempurna, setiap manusia memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Dalam menjalin hubungan yang sangat sakral yaitu pernikahan, tidak menuntut pasangan yang sempurna 1 sama lain, namun bagaimana pasangan tersebut menjalin hubungan dengan baik, sehingga ia bisa menutupi atau melengkapi kelemahan dan kekurangan pasangannya. Sehingga keharmonisan dalam suatu hubungan tersebut terjalin sangat baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar