Pria Tampan
dan Sifat Hitamnya
Dikisahkan terdapat seorang pria
yang sangat tampan, sorot matanya yang tajam, paras wajahnya yang indah,
badannya yang tegap, dan ketika berjalan matanya memandang terus kedepan. Pria
ini menjadi idaman kaum perempuan, namun yang aneh pria ini seumur hidupnya
belum pernah memiliki kekasih, entah apa penyebabnya.
Ada 1 kelemahan yang dimiliki pria
tersebut, dan mungkin ini menjadi factor terbesar mengapa ia belum sama sekali
memiliki kekasih. Pria ini memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi,
mungkin kelewat tinggi, sehingga ia memiliki pemikiran bahwa ia bisa
mendapatkan pendamping hidup yang sangat sempurna dari segi fisik dan
sebagainya, sehingga ia tidak mau menerima wanita-wanita yang selama ini
mendekatinya, ia lebih menunggu hal yang selama ini di dambakannya.
Waktu berjalan tanpa bisa
dihentikan, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan tahun
demi tahun. Tak terasa sudah bertahun-tahun pria ini menjalani hidup,
umurnyapun semakin tua, dan yang lebih dikhawatirkan pria ini ialah dia belum
sama sekali menemukan pendamping hidupnya. Hingga dia berfikir mengapa dia
belum sama seali menemukan tambatan hatinya, kerisauan dan kegelisahanpun
muncul dalam dirinya, ia mulai berfikir diluar akal, mengapa ia belum menemukan
pendamping hidupnya. Lama-kelamaan rasa percaya diri akan ketampanannya pun
memudar, ia mulai frustasi karena di umurnya yang sudah sangat sangat matang
bahkan terlalu matang sehingga menjadi busuk untuk menikah, namun ia belum
menikah. Dan pada akhirnya dia pasrahkan hidupnya, sehingga ia memilih wanita
yang mau dinikahinya, entah itu jelek atau cantik, dia tidak memikirkannya.
Lalu pria ini mendapatkan wanita yang menjadi pendamping hidupnya, yang sangat
jauh dari harapannya sejak awal.
Saudara, dari kisah diatas, kita
mengetahui satu hal, bahwa sesungguhnya tidak ada makhluk yang sempurna, karena
kesempurnaan hanya milik Allah semata. Segala keinginan yang diluar dari
kenyataan yang sebenarnya sebaiknya ditinggalkan. Kita melihat bagaimana pria
ini menunggu dan terus menunggu hingga mendapatkan pendamping hidup yang
sempurna, dan ia melewatkan beberapa kesempatan mendapatkan pendamping hidupnya
yang datang menghampirinya, sehingga hal yang ditunggunya yaitu wanita yang
sempurna, ini tak pernah datang dan Tidak akan pernah datang. Saudara, sekali
lagi taka da manusia yang sempurna, setiap manusia memiliki kelemahan dan
kelebihannya masing-masing. Dalam menjalin hubungan yang sangat sakral yaitu
pernikahan, tidak menuntut pasangan yang sempurna 1 sama lain, namun bagaimana
pasangan tersebut menjalin hubungan dengan baik, sehingga ia bisa menutupi atau
melengkapi kelemahan dan kekurangan pasangannya. Sehingga keharmonisan dalam
suatu hubungan tersebut terjalin sangat baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar