Berawal dari kalimat pertama aku
coba awali hidup ini untuk berusaha menjadi diri sendiri. Banyak dari kita yang
selalu menyesali akan apa yang tak kita miliki dalam hidup ini, tanpa kita
berfikir apa yang telah kita miliki di hidup ini. Itulah bodohnya manusia
selalu menuntut apa yang tidak ia miliki, padahal begitu banyak nikmat yang
telah diberikan Tuhan kepada kita dalam hidup ini. Tanpa kita sadari dengan
kita selalu mengeluh, system kehidupan di diri kita seketika berhenti.
Memang penyesalan sangat dibutuhkan
dalam hidup ini, namun bukan untuk terpuruk berlarut-larut dalam kenyataan,
melainkan untuk memotivasi diri kita sendiri, dalam merubah penyesalan tersebut
menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga, untuk melanjutkan kehidupan yang
lebih baik. Menilai orang lain sangat
mudah kita lakukan, namun untuk menilai diri sendiri itu sangat sulit.
Berkacalah pada diri sendiri, jangan kita berkaca pada orang lain, karena itu
akan merubah kita menjadi orang lain. Jangan kita menuntut untuk berubah seperti
orang itu, agar kita bisa sukses seperti orang itu. Jadilah diri sendiri, gali
keahlian diri sendiri, karena Tuhan menciptakan manusia dengan keahlian yang
berbeda-beda dalam hidupnya. Jika orang lain bisa sukses dibidangnya, belum
tentu kita bisa sukses dibidang yang sama. Orang sukses tidak dilahirkan dalam
lingkungan yang sukses juga, namun bagaimana dia membuat dirinya lebih baik
sehingga kesuksesan menghampirinya.
Coba pikirkan apa jadinya jika
Lionel Messi dituntut untuk menjadi pemain basket, dan apa jadinya jika Jakie
Chan dituntut untuk menjadi seorang pemain sepak bola. Itu akan menjadi suatu
yang sulit terjadi, karena kita diberikan kemampuan yang berbeda. Lalu jadilah
diri sendiri, dengan terus berusaha dalam meraih kesuksesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar