Senin, 14 September 2020

CATATAN GURU HONORER #5 Gaji guru Honorer

 

BAB V

Gaji guru Honorer

Rasa puas manusia memang tiada habisnya, sudah mendapatkan apa yang diinginkannya masih terus saja merasa kurang, kepuasannya hanya bersifat sesaat. Ini terdapat pada setiap aspek kehidupan, entah dari segi materi, tahta, maupun wanita. Jika hal ini tidak dapat dikendalikan maka iri dan dengki akan menjadi penyakit hati yang mengakar pada diri manusia. Dan yang lebih fatal adalah krisis iman kepada yang maha kuasa, mulai mempertanyakan sebuah keadilan sebuah takdir yang diberikan Tuhan. Mulai membanding-bandingkan penuh perhitungan sebuah nasib yang dialami oleh diri sendiri dengan teman atau orang lain yang nasibnya di pikir lebih baik daripada dirinya, yang sebenarnya kita sendiri tidak tahu dari sudut pandang mereka sendiri. Lalu apa obatnya dari penyakit tersebut? Kuncinya ialah bersyukur apa yang kita dapatkan dan berusaha untuk ikhlas dalam menjalani hidup ini. Jika menginginkan kehidupan yang kalian dambakan, ya teruslah berusaha bukan mengeluh, bila gagal jangan putus asa seolah-olah hidup ini telah berakhir, ambil hikmahnya dan teruslah berjalan.

Mengajar di 4 sekolah tentu hal yang sulit dilakukan mesti berlari-lari kesana kemari dalam keadaan bagaimanapun. Pertama saya adalah guru di SMP 17 agustus jam mengajar saya di hari selasa, rabu, jum’at siang sampai sore. Kedua saya mengajar di SMP tirta sari surya dengan jam mengajar saya di hari senin, kamis, dan sabtu siang. Ketiga saya mengajar di SMA Islam As-syafi’iyah 01 jam mengajar saya di jam Senin, Selasa, kamis, dan jum’at pagi. Dan keempat saya mengajar di SMP YASPI cilincing dengan jam mengajar di hari rabu pagi. Jadi jika dibuat jadwal kerja saya dari hari Senin-Sabtu sangatlah padat. Lelah sudah pasti, namun inilah sebuah realita guru honorer di Negara kita. Jika hanya mengandalkan mengajar di 1 sekolah saja mungkin tidak bisa mencukupi kehidupan di Jakarta.

Banyak orang berfikir dengan saya mengajar di 4 sekolah pendapatan saya juga besar, itu hal yang salah. Percaya atau tidak dengan saya mengajar di 4 sekolah belum memenuhi target saya mendapatkan gaji minimal UMR Jakarta yaitu Rp. 3.200.000. kok bisa? Sebenarnya saya malu menyebutkan pendapatan saya menjadi guru, tetapi ini adalah sebuah realita. Gaji pertama saya di SMP 17 agustus kurang lebih sebesar Rp. 600.000/ bulan. Kedua gaji saya di SMP Tirta sari surya sebesar kurang lebih Rp. 700.000/ bulan. Ketiga di SMA AS-Syafi’iyah 01 kurang lebih sebesar Rp. 1.000.000/ bulan. Dan keempat di SMP YASPI kurang lebih Rp.300.000/ bulan. Itu adalah hitungan bulat gaji saya, jadi jika saya total setiap bulannya pendapatan saya sebesar Rp.2.600.000 per bulan, masih sangat jauh dari harpan minimal saya.

Pembayaran guru honor ternyata sangat ironis, dan saya baru mengetahuinya ketika saya menjadi seorang guru honor. Saya jelaskan secara detail bagaimana system perhitungan pembayaran gaji guru honorer setiap bulannya. Kita sebagai guru dibayar sesuai dengan jumlah jam mengajar di sekolah, dengan nominal sesuai dengan ketentuan sekolah, artinya setiap sekolah berbeda-beda jumlah nominal perjamnya. Penyebutan 1 jam pelajaran itu sama dengan 45 menit waktu normal. Baik sebagai contoh perhitungannya, jika saya mengajar mata pelajaran IPS di SMP yang perjamnya dibayar Rp.22.000. kemudian saya mengajar 1 kelasnya memiliki bobot 4 jam pelajaran per minggu, jika saya dalam 1 minggu mengajar 4 kelas artinya jam mengajar saya adalah 4 jam x 4 kelas= 16 jam, berarti saya memiliki 16 jam mengajar per minggunya di sekolah tersebut. SEHARUSNYA menurut pemikiran awal saya jika dibayar setiap bulan artinya 1 bulan ada 4 minggu, berarti 16 jam per minggu dikali 4 minggu sama dengan 64 jam per bulan jika 64 jam x Rp 22.000= Rp.1.408.000, namun TIDAK Rp.1.408.000. Perhitngannya gaji perbulan itu adalah total jam di 1 minggu, jadi pembayaran 1 bulan adalah 16 jam perminggu x Rp.22.000= Rp.352.000, ini adalah honor jam mengajar yang kita terima untuk 1 bulan. Itu gaji untuk jam mengajar.

Kemudian perbulannya guru honorer di gaji dari honor jam mengajar dan honor transport. Honor transport adalah pembayaran setiap hari ketika datang ke sekolah untuk mengajar, missal 16 jam dibagi menjadi 3 hari setiap minggunya, senin selasa rabu, berarti 1 minggu saya datang 3 hari di sekolah tersebut, 3 x 4 minggu perbulan= 12, artinya 12 hari dalam setiap bulan saya dating ke sekolah untuk mengajar, jika honor transportnya 1 hari = Rp.20.000, berarti 12 x Rp.20.000= Rp.240.000, ini adalah honor transport setiap bulannya. Jika dijumlah dengan honor jam mengajar ialah, Rp.352,000+Rp.240.000= Rp.592.000, ini adalah gaji guru honor perbulannya. Memang pembayaran gaji guru di sekolah swasta berbeda-beda namun tidak jauh berbeda dari system tersebut.

Memang mengajar di sekolah swasta banyak uang sampingannya diluar honor tetap per bulannya, misalnya jika ada kegiatan-kegiatan diluar kegiatan belajar di sekolah, yang melibatkan guru, kita mendapatkan uang transport walaupun tidak besar. Kemudian jika pekan ujian kita mendapatkan uang mengawas, membuat soal, dan mengoreksi sesuai jumlah mata pelajaran dan kelas yang kita ajar, dll. Namun itu sifatnya tidak pasti dan tidak rutin selalu ada. Oleh karenanya saya menjadi guru pendapatan per bulannya tidak menentu, dan pintar-pintar saya bagaimana mensiasati pengelolaan pendapatan per bulannya agar bisa terlihat besar oleh orangtua.

Cita-cita saya masih sama seperti dahulu, ingin meringankan beban orangtua saya dari segi ekonomi, jadi setiap bulannya saya memberi gaji saya sebagian untuk orangtua saya, karena mau bagaimanapun saya sudah bekerja walau pendapatan tak menentu. Sekali waktu orangtua saya bertanya kepada saya tentang berapa besar gaji saya, saya gagap menjawabnya. Jika saya jujur, saya takut mengecewakan orangtua saya dan membuatnya sedih, jika dia sedih karena kasihan kepada diriku, sayalah orang yang paling sedih merasakan apa yang ibu saya rasakan. Akhirnya saya memutuskan untuk berbohong. “Nak, berapa gaji kamu jadi guru? Mama mau tau…” kemudian saya menjawab sambil mengulur waktu untuk berfikir “ya… kalo di jumlahin ya UMR ma, 3,2 juta. Alhamdulilah..” kemudian ibuku dengan wajah senangnya, “alhamdulilah.. kalau begitu bantuin mama bangun rumah yang di jawa ya…” kemudian dengan senyum yang saya paksakan saya jawab “iya ma,”. Setiap awal bulan ketika mendapat gaji, saya selalu menyimpannya slip dan amplop gajiku dari gaji yang saya dapat pertama kali sampai saat ini, dan menyembunyikan ditempat yang tidak diketahui ibuku, sebab disitu tertera nominal gajiku, saya takut ibuku mengetahui kebohonganku dan menjadi sedih. Karena ketika dia bersedih karena memikirkan diriku, saya lah orang yang paling terluka melihat beliau beredih.

Rumah yang keluargaku tinggali ini bukanlah milik pribadi, tetapi milik orangtua almarhum bapakku. Saya tidak tahu bagaimana dahulu rumah ini kita tinggali, entah diwariskan atau untuk sementara, ibuku pun tak tahu. Oleh karenanya ibuku membangun rumah di jawa untuk berjaga-jaga jikalau ada sesuatu hal yang membuat kita harus pergi dari rumah ini. Semoga harapan ibu saya dapat terwujud, dan saya bisa membantunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar