BAB VII
MULAI
CINTA
Menurut
saya guru bukanlah seseorang pintar, melainkan guru adalah seseorang yang
tulus. Mereka tulus memberikan ilmu yang dimilikinya untuk anak didiknya tanpa
rasa pamrih, jika semua guru pintar mungkin sulit menemukan guru yang tulus,
jika mereka hanya mengandalkan logikanya mungkin mereka hanya memikirkan untuk
kepentingan pribadinya saja, dan memikirkan bagaimana untuk menjadi orang kaya.
Namun tidak guru lebih mengandalkan hati nurani untuk tulus ikhlas memberikan
ilmunya. Jika guru pintar dia tidak akan menjadi guru.
Semenjak
saya sekolah dari tingkat TK, saya di urusi oleh yayasan ISCO masalah
pendidikan sampai saya lulus S1. Yayasan tersebut berperan banyak dalam
pendidikanku hingga saya mendapatkan gelar sarjana. Setelah saya lulus, ada
harapan kecil saya juga dibantu dalam mencari pekerjaan, karena yayasan ini
merupakan yayasan yang besar, dan pemiliknya orang eropa. Kemudian setelah saya
lulus, saya berbincang dengan pendiri yayasan ISCO Mr. Joseph pada waktu
kgiatan acara yayasan. Beliau bertanya kepadaku “setelah ini rencana mau
bagaimana? Bekerja atau apa” kemudian saya menjawab “saya ingin bekerja mr.”
kemudian beliau menanyakan ”lulusanmu S.Pd kan, mau bekerja menjadi guru?”
kemudian saya menjawab dengan cepat “kemarin kaka yaysan menawari saya untuk
bekerja di salah satu sponsor ISCO, dan saya mau bekerja di perusahaan
tersebut, karena menjadi guru awalnya sangat tidak memungkinkan, gaji guru
honorer sangat kecil mr.” kemudian beliau sambil menatapku dan terdiam, tak
lama dia berbicara sangat panjang kepadaku. Dia bilang “jangan terpacu dalam
uang dalam mencari pekerjaan, kamu adalah lulusan pertama yang mendapatan gelar
S1 dari ISCO, sarjana pendidikan, 4 tahun kau bergelut untuk mendapatkan gelar
tersebut, lalu jangan kau hancurkan karena pemikiranmu yang tidak luas. Kalau
setelah ini kamu bekerja dengan gaji yang besar, dengan hanya menjaga took
lulusan SMA pun juga bisa, buat apa kau kuliah, tidak semua orang bisa menjadi
guru, namun guru bisa berasal dari berbagai kalangan. Jadilah panutan untuk
adik-adikmu yang di ISCO, agar mereka bisa bercerita kakanya menjadi guru yang
dipandang hebat. Jangan mematok cita-cita harus seperti ini, namun jika yang
kau jalankan tidak sesuai bagaimana? Kamu mau berhenti? Tidak, tapi jalani
sekarang yang ada di hadapanmu dengan baik, mau bagaimana di depannya itu urusan
yang lain.” Masih sangat panjang nasehat yang beliau berikan kepadaku.
Sejak
saat itu saya akan berusaha meneguhkan hati saya untuk menjadi seorang
pendidik. Dan memang yang dikatakan mr. Joseph kepadaku ada benarnya, banyak
sekali pengalaman-pengalaman yang membuatku lebih dewasa selama menjadi guru.
Keinginanku kini untuk dapat menjadi inspirasi orang banyak, dan setidaknya
dengan keberadaanku dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Dan menurutku
saya masih perlu banyak belajar dalam membentu pribadi yang lebih baik lagi,
itu mungkin tidak saya dapat di ranah pekerjaan lain, kecuali menjadi guru. Ini
adalah lading amal sekaligus lading saya untuk menimba ilmu.
Pemikiranku
pada waktu itu ketika masih kuliah, setelah lulus kulia saya akan mendapatkan
pekerjaan dengan gaji yang besar dan mengejar ketertinggalanku dari
teman-temanku yang sudah bekerja, itu pemikiran yang salah. Sebab menurutku
kuliah bukan tempat dimana kalian dibentuk untuk menjadi pekerja dengan gaji
yang besar, itu bukan sebuah jaminan. Tetapi dunia kampus menempa kamu
bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik lagi, membuka cakrawala pemikiran
kamu untuk dapat berfikir secara lebih bijak lagi. Ini yang saya dapatkan dari
dunia perkuliahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar