Rabu, 19 Februari 2014

Catatan Kecil Mimpi….


Catatan Kecil Mimpi….
Ketika jam-jam berdering membangunkan sang tuan, ayam-ayam berkokok disela pergantian rembulan dan matahari, dibalik pintu seorang pemuda duduk tersimpuh diatas sajadah coklat dengan air wudhu yang masih membekas diatas sajadah,  ditengah kepungan do’a-do’a ia menunggu akan terbitnya sanga fajar, dengan sebuah rasa dan pikiran yang hanya tertuju pada seseorang. Entah mengapa pagi itu terasa berbeda bagi pemuda itu, mungkin karena setelah apa yang ia lalui pada hari itu, membuat tanda yang berarti didalam hatinya.
Angin-angin sunyi berhembus dari setiap sudut kegelapan, menyerangnya dengan irama penyesalan. Setiap do’a selalu terbesitkan nama seseorang yang telah membuat pemuda ini tak mengerti apa lagi yang ia lakukan. Dia adalah sebuah keajaiban Allah yang sangat terlihat nyata, bagaiman Allah bisa menciptkan seorang manusia yang asal mulanya dari sepotong tulang rusuk kaum adam, kemudian menjelema menjadi sosok perempuan yang disetiap jengkal orang memandangnya selalu ada kedamaian dan keindahan didalamnya.
Namun apadaya, pemuda ini bagai buih di laut yang menghantam karang. Entah bagaimana Allah mengatur jodoh setiap hambanya, bagaimana mempertemukan dua insan yang terpisahkan entah dimana. Pemuda ini terus berharap penuh wanita yang telah membuat tidurnya tak nyaman, adalah bagian rusuknya yang terpisahkan. Kemudian pilihannya berusaha memperjuangkan atau pasrah terhadap takdir yang menjawab. Apapun itu semoga Allah memberikan yang terbaik untuk mereka.
Hari ini telah datang, menunggu sang pemuda untuk melanjutkan rutinitasnya. Harapan dipertemukan dengan dirinya bantu pemuda itu semangat untuk mengawali hidupnya hari ini. Pemuda yang penuh dengan kejutan didalamnya, bermimpi dapat menjadi seorang yang berarti dalam hidupnya dan orang lain. Mencari apa yang dicari, menjawab segala pertanyaan yang datang menghampirinya, berjalan dengan langkah keyakinan dan jejak-jejak kusam menjadi saksi akan kerasnya hidup ini.
Pemikiran akan pantas tak pantas ia ditempatkan dan dipertemukan pada situasi seperti ini, selalu bersarang dipikirannya. Mampukah pemuda ini dengan jemari-jemarinya yang lemah dalam memcahkan tantangan ia lalui, untuk memantaskan dirinya terhadap wanita yang selalu ia perhatikan, yang selalu mewarnai setiap lembaran goresan lukisan di hidupnya. Namun jangan biarkan usaha serta keinginannya menuntun pemuda ini ke jalan yang tidak dikehendakiNYA, jauhkanlah dari sifat-sifat buruk manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar