Catatan Kecil Mimpi….
Ketika jam-jam berdering membangunkan sang tuan,
ayam-ayam berkokok disela pergantian rembulan dan matahari, dibalik pintu
seorang pemuda duduk tersimpuh diatas sajadah coklat dengan air wudhu yang
masih membekas diatas sajadah, ditengah
kepungan do’a-do’a ia menunggu akan terbitnya sanga fajar, dengan sebuah rasa
dan pikiran yang hanya tertuju pada seseorang. Entah mengapa pagi itu terasa
berbeda bagi pemuda itu, mungkin karena setelah apa yang ia lalui pada hari
itu, membuat tanda yang berarti didalam hatinya.
Angin-angin sunyi berhembus dari setiap sudut
kegelapan, menyerangnya dengan irama penyesalan. Setiap do’a selalu terbesitkan
nama seseorang yang telah membuat pemuda ini tak mengerti apa lagi yang ia
lakukan. Dia adalah sebuah keajaiban Allah yang sangat terlihat nyata, bagaiman
Allah bisa menciptkan seorang manusia yang asal mulanya dari sepotong tulang
rusuk kaum adam, kemudian menjelema menjadi sosok perempuan yang disetiap
jengkal orang memandangnya selalu ada kedamaian dan keindahan didalamnya.
Namun apadaya, pemuda ini bagai buih di laut yang
menghantam karang. Entah bagaimana Allah mengatur jodoh setiap hambanya,
bagaimana mempertemukan dua insan yang terpisahkan entah dimana. Pemuda ini
terus berharap penuh wanita yang telah membuat tidurnya tak nyaman, adalah
bagian rusuknya yang terpisahkan. Kemudian pilihannya berusaha memperjuangkan
atau pasrah terhadap takdir yang menjawab. Apapun itu semoga Allah memberikan
yang terbaik untuk mereka.
Hari ini telah datang, menunggu sang pemuda untuk
melanjutkan rutinitasnya. Harapan dipertemukan dengan dirinya bantu pemuda itu
semangat untuk mengawali hidupnya hari ini. Pemuda yang penuh dengan kejutan
didalamnya, bermimpi dapat menjadi seorang yang berarti dalam hidupnya dan orang
lain. Mencari apa yang dicari, menjawab segala pertanyaan yang datang
menghampirinya, berjalan dengan langkah keyakinan dan jejak-jejak kusam menjadi
saksi akan kerasnya hidup ini.
Pemikiran akan pantas tak pantas ia ditempatkan dan
dipertemukan pada situasi seperti ini, selalu bersarang dipikirannya. Mampukah
pemuda ini dengan jemari-jemarinya yang lemah dalam memcahkan tantangan ia
lalui, untuk memantaskan dirinya terhadap wanita yang selalu ia perhatikan,
yang selalu mewarnai setiap lembaran goresan lukisan di hidupnya. Namun jangan
biarkan usaha serta keinginannya menuntun pemuda ini ke jalan yang tidak
dikehendakiNYA, jauhkanlah dari sifat-sifat buruk manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar