Jumat, 20 Desember 2013

Tragedi Bintaro Part II


Tragedi Bintaro part II
Pada akhirnya semua akan menemukan yang namanya titik jenuh, dan pada saat itu kembali merupakan jalan yang terbaik, kembali kepada siapa.? Kembali kepada “DIA” pastinya. Setiap yang bernafas, yang bergerak dan setiap yang hidup dalam dunia ini pasti akan mati tanpa terkecuali, entah bagaimana cara mati seseorang tersebut selalu bermacam-macam. Tuhan selalu punya caranya sendiri dalam memanggil hamba-hambanya. Kematian merupakan kejadian yang sangat abstrak, kita tidak tau bagaimana, kapan, dimana, siapa, kematian itu datang.
Senin, 8 desember 2013 menjadi hari yang menyedihkan bagi sebagian orang yang terkena musibah kecelakaan KRL di daerah Bintaro. Terkisar 7 orang meninggal, dan banyak yang luka-luka. Tragedy ini sanga mengingatkan kita 27 tahun yang lalu dimana pada 19 Oktober 1987 terjadi tragedy tabrakan kedua  kereta di daerah bintaro juga, yang menewaskan 173 korban. Tentu tragedy tersebut membuat kesedihan bagi sebagian bahkan seluruh masyarakat, dari tragedy tersebut mucul sebuah pertanyaan serta statement dalam benak saya. Tidak ada manusia yang dapat menghindari dari kematiannya, semua pasti akan menjemput ajalnya, namun jika terjadi tragedy seperti ini, apakah itu memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan, memanggil hamba-hambanya dengan cara tragedy tersebut.? Atau itu hanya sebuah kelalaian yang dibuat manusia sehingga menyebabkan kematian itu sendiri.! Itu hanya sebuah pertannya yang sekilas datang, namun saya yakin bahwa segala yang terjadi dalam hidup ini itu semua telah dikehendaki oleh Tuhan.
Seperti dalam Film Final Destination, sebuah kematian yang akan datang dapat dilihat, lalu kita juga dapat menghindari kematian tersebut agar tidak terjadi. Namun itu semua hanya sebuah cerita fiktif belaka dalam sebuah film, tapi hal tersebut dapat menjadikan cara berfikir kita berbeda terhadap kematian. Jika kita kaitkan dengan tragedy bintaro dan tragedy-tragedi lainnya dalam dunia nyata, seolah-olah kita beranggapan bahwa sebuah kematian atau musibah merupakan kelalaian manusia yang mereka buat sendiri, kita mengesampingkan bahwa itu adalah sebuah takdir yang ditentukan Tuhan. Selalu ada sebab akibat munculnya kematian, tidak mungkin seseorang mati tanpa dikehendaki Tuhan, semua yang telah mati memang itu sudah takdirnya. Dan cara bagaimana orang tersebut mati merupakan perantara kehendak Tuhan dalam memanggil hambanya. Lalu jika demikian mengapa dalam berbagai kasus tragedy yang menewaskan nyawa orang-orang semua dikaitkan dengan kelalaian manusia, kemudian orang yang bersalah dan menyebabkan kematian bagi orang-orang lain harus di hukum.? Padahal itu memang sudah digariskan dalam goresan takdir manusia. Hanya Tuhan yang tau segala yang ada dalam hidup ini, kita manusia hanya dapat menjalaninya, sehebat apapun rencana kita dalam hidup ini, rencana Tuhan pasti lebih hebat.
Berbicara tentang kematian sampai kapanpun kita tak akan tau kapan giliran kita, yang terpenting lakukan yang kalian bisa pada hari ini selagi Tuhan masih memberikan kesempatan pada kita, dan jangan pernah menunda-nunda pekerjaan sekarang untuk hari esok. Sebab kita tidak tau apa yang akan terjadi di hari esok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar