Tragedi Bintaro part II
Pada akhirnya semua akan
menemukan yang namanya titik jenuh, dan pada saat itu kembali merupakan jalan
yang terbaik, kembali kepada siapa.? Kembali kepada “DIA” pastinya. Setiap yang
bernafas, yang bergerak dan setiap yang hidup dalam dunia ini pasti akan mati
tanpa terkecuali, entah bagaimana cara mati seseorang tersebut selalu
bermacam-macam. Tuhan selalu punya caranya sendiri dalam memanggil
hamba-hambanya. Kematian merupakan kejadian yang sangat abstrak, kita tidak tau
bagaimana, kapan, dimana, siapa, kematian itu datang.
Senin, 8 desember 2013 menjadi
hari yang menyedihkan bagi sebagian orang yang terkena musibah kecelakaan KRL
di daerah Bintaro. Terkisar 7 orang meninggal, dan banyak yang luka-luka.
Tragedy ini sanga mengingatkan kita 27 tahun yang lalu dimana pada 19 Oktober 1987 terjadi tragedy tabrakan kedua kereta di daerah bintaro juga, yang
menewaskan 173 korban. Tentu tragedy tersebut membuat kesedihan bagi sebagian
bahkan seluruh masyarakat, dari tragedy tersebut mucul sebuah pertanyaan serta
statement dalam benak saya. Tidak ada manusia yang dapat menghindari dari
kematiannya, semua pasti akan menjemput ajalnya, namun jika terjadi tragedy
seperti ini, apakah itu memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan, memanggil hamba-hambanya
dengan cara tragedy tersebut.? Atau itu hanya sebuah kelalaian yang dibuat
manusia sehingga menyebabkan kematian itu sendiri.! Itu hanya sebuah pertannya
yang sekilas datang, namun saya yakin bahwa segala yang terjadi dalam hidup ini
itu semua telah dikehendaki oleh Tuhan.
Seperti dalam Film Final Destination, sebuah kematian yang
akan datang dapat dilihat, lalu kita juga dapat menghindari kematian tersebut
agar tidak terjadi. Namun itu semua hanya sebuah cerita fiktif belaka dalam
sebuah film, tapi hal tersebut dapat menjadikan cara berfikir kita berbeda
terhadap kematian. Jika kita kaitkan dengan tragedy bintaro dan tragedy-tragedi
lainnya dalam dunia nyata, seolah-olah kita beranggapan bahwa sebuah kematian
atau musibah merupakan kelalaian manusia yang mereka buat sendiri, kita
mengesampingkan bahwa itu adalah sebuah takdir yang ditentukan Tuhan. Selalu
ada sebab akibat munculnya kematian, tidak mungkin seseorang mati tanpa
dikehendaki Tuhan, semua yang telah mati memang itu sudah takdirnya. Dan cara
bagaimana orang tersebut mati merupakan perantara kehendak Tuhan dalam
memanggil hambanya. Lalu jika demikian mengapa dalam berbagai kasus tragedy
yang menewaskan nyawa orang-orang semua dikaitkan dengan kelalaian manusia,
kemudian orang yang bersalah dan menyebabkan kematian bagi orang-orang lain
harus di hukum.? Padahal itu memang sudah digariskan dalam goresan takdir
manusia. Hanya Tuhan yang tau segala yang ada dalam hidup ini, kita manusia
hanya dapat menjalaninya, sehebat apapun rencana kita dalam hidup ini, rencana
Tuhan pasti lebih hebat.
Berbicara tentang kematian sampai
kapanpun kita tak akan tau kapan giliran kita, yang terpenting lakukan yang
kalian bisa pada hari ini selagi Tuhan masih memberikan kesempatan pada kita,
dan jangan pernah menunda-nunda pekerjaan sekarang untuk hari esok. Sebab kita
tidak tau apa yang akan terjadi di hari esok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar